Segi Tiga Emas Pariwisata yang Terlupakan



 
Pulau senja dari ketinggian. foto: Yoshasrul



Posisi yang dekat dari kendari ibukota Sulawesi Tenggara.
Pesonanya mirip Labengki, dengan strukur batu dan pasir yang memikat.
Berada di jantung wisata provinsi, karena merupakan jalur emas wisata.  Bokori, Pulau Hari dan Pulau Senja.
 Tapi mengapa diabaikan?

Saya benar-benar tidak memahami  cara berpikir pemerintah daerah kita di Sulawesi Tenggara ----entah itu desa, kabupaten bahkan provinsi----yang menurutku selalu saja abai dan tidak peduli  dengan kekayaan di wilayahnya  sendiri. Seperti kata pepatah “Semut disebrang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak nampak”  Entah sudah berapa banyak mereka mengirim ASN untuk studi tour keluar daerah, entah itu di Bali, Jawa, Jakarta atau bahkan keluar negeri, tapi tidak juga memberikan dampak positif bagi kelangsungan hidup kepariwisataan kita. 

Saya mencoba memetakan hubungan antara Bokori, Pulau Hari dan Pulau Senja yang menurut saya  merupakan destinasi wisata di segi tiga emas ini. Bokori merupakan aset wisata Provinsi Sulawesi Tenggara yang pengelolaannya berada di naungan Dinas Provinsi Sulawesi Tenggara.
Di jaman Gubernur Nur Alam Pulau Bokori  mencapai titik emas pembangunannya. Bokori yang berjarak kurang lebih 10 mil dari Kota Kendari dibangun dengan dana miliaran agar benar-benar cantik. Cita-cita Gubernur Nur Alam benar-benar terwujud  setelah  terbukti menjadi destinasi andalan di bumi anoa. Pertama kali diluncurkan 2017 silam, ratusan ribu pengunjung berhasil digaet dalam hanya tempo satu bulan pertama kali bokori dibuka  untuk umum  dan hingga kini Bokori menjadi lokasi wisata paling pavorit bagi wisatawan local.

Tantangan berikutnya, bagaimana pemda bisa menggaet wisatwan asing datang ke bokori. Memenuhi hasrat  wisatawan, terutama wisatwan asing dengan wahana wisata yang ada saat ini, dinilai  tidak cukup ampuh menarik minat turis bule, sebab Bokori hanya menawarkan panorama pantai dan mengandalkan fasilitas pendukung wisatwa seperti villa, dll. Wisatawan asing butuh spot lain seperti spot snorkeling atau diving. Dan bokori belum  memiliki itu.
Suasana pulau senja. foto: Yoshasrul

 Ada beberapa cara memenuhi kebutuhan pengunjung, pertama dengan melakukan zonasi khusus untuk wilayah snorkeling yang berada dekat dengan area wisatwa Bokori dancara lainnya adalah dengan memanfaatkan lokasi wisatwa lain untuk lokasi snorkeling/dive. Nah cara kedua inilah yang harusnya dapat ditangkap oleh pemerintah daerah lain, seperti Konawe Selatan, untuk berani menata pariwisata di daerahnya khususnya. Konawe Selatan sendiri memiliki pulau cantik dan surge bawah laut  di Pulau Hari/ Pulau BAho dan Pulau Senja.  

Ayo coba kita kembali melihat  keindahan panorama alam di segi tiga emas pariwisata yang sesungguhnya cukup dekat ini. Pulau Hari hanya sebuah pulau kecil tak berpenghuni. Terletak di sisi timur kota Kendari Sulawesi Tenggara pulau ini terkenal dengan keindahan panorama alamnya yang masih alami. Terlebih keindahan bawah lautnya, menjadikan tempat ini menjadi spot andalan para penyelam.

Sayangnya pulau yang menjadi milik Pemda Konawe Selatan ini tak kunjung terurus dengan baik, sehingga cenderung diabaikan keberadaannya. Padahal, jika saja disentuh dengan program destinasi, maka bukan tidak mungkin akan menjadi destinasi andalan baru yang akan menopang keberadaan destinasi wisata pulau bokori yang sudah lebih dulu booming pengunjung.

Sangat disayangkan, pulau cantik seperti itu dibiarkan tidak terurus, ini harusnya menjadi poin penting bagi pemda Konsel, khususnya dinas pariwisata Konsel segera mengarapnya dengan serius
.
Pulau Hari merupakan salah satu solusi bagi penggiat outdoor  yang butuh ketenangan dan tantangan alam bahari nan natural. Untuk menjangkaunya tak sulit. Dari kota Kendari, Anda bisa menempuh perjalanan laut menggunakan perahu atau speed boat selama kurang lebih ,5 jam.
Pemandangan pantai yang berpadu secara alami dengan garis-garis kebiruan air alut merupakan tantangan bagi pecinta fotografi untuk mengabadikan keindahan alam pualu ini.
Salah satu lokasi pantai di pulau senja, Konawe Selatan. foto: Yoshasrul

Sedangkan untuk pengunjung yang hobi dengan diving atau snorkeling, pada kedalaman tujuh hingga delapan meter, beningnya air membuat mata telanjang pun mampu menembus pemandangan taman laut dengan warna-warna yang cantik dan menawan. Terdapat 15 site diving di pulau ini.

Informasi dari para penggiat dive di Kendari mengungkap panorama pulau hari. Di sekitar site diving, sejumlah ikan yang cantik akan menemani Anda berenang. Beberapa clown fish lucu yang mirip dengan Nemo, banyak dijumpai disini. Adapun jenis ikan Angel. Beberapa jenis ikan yang masuk dalam kategori hampir punah ada di sini, di antaranya ikan Sunu, Kerapu, Sotong, Gurita, Lobster, dan bila beruntung, pengunjung bisa melihat atraksi penyu.

Binatang laut yang tak kalah menarik adalah Kelinci Laut atau biasa dikenal Nudibranch dan Electrik Clamp, bentuknya adalah kerang laut yang mengeluarkan cahaya pada malam hari. Hewan ini bisa dijumpai pada kedalaman enam hingga delapan meter.

Saat ini, ada dua club diving lokal yang setiap hari sabtu hingga minggu intens mengeksporasi tantangan di pulau ini. Sedang untuk wisatawan nasional dan internasional , hampir disetiap tahun pasti ada yang berkunjung.

Akses munuju pulau hari, dari kota Kendari, hanya membutuhkan waktu satu jam dengan menggunakan boat yang banyak terdapat di pelabuhan Beringin, dengan menggunkan boat yang banyak di pelabuhan Beringin, kompleks Pasar Sentral Kota Lama, Kendari. Bila sore hari, sepanjang perjalanan pegunungan akan disuguhi pemandangan bawah laut pada kedalam 10-15 meter. Tapi bila Anda melakukan perjalanan pada siang hari, pemandangan bawah lautnya dapat dinikmati hingga kedalaman 30 meter.

Jadi apa yang salah dari pengembangan kepariwisataan di daerah ini?

(Yoshasrul)


Comments

Popular Posts