Pesona Desa Wisata Namu

Dokumen foto Ruruhi Project Community


Desa Namu merupakan bagian dari wilayah administrasi Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan. Wilayah Desa Namu terletak di pesisir dan cukup mudah diakses oleh transportasi laut. Pada sisi timur  desa namu berhadapan langsung dengan Pulau buton bagian Utara, sedangkan di sisi selatan, berdampingan  langsung dengan pulau wawonii, kabupaten Konawe Kepulauan.

Desa berpenduduk 121 KK atau 481  jiwa dihuni oleh masyarakat yang mayoritas beretnis Tolaki. Mata pencaharian warga terdiri dari nelayan dan petani kebun. Saat musim barat, warga Namu sebagian besar melaut, sedangkan saat musi timur warga akan lebih banyak berdiam di desa untuk menjalankan system pertanian mereka. 

Sejarah Desa Namu sendiri telah ada sebelum era penjajahan Belanda. Dihuni oleh satu kepala keluarga yang datang dari wilayah Kecamatan Moramo. Rumpun keluarga ini kemudian beranak pinak hingga kini menjadi koloni besar membentuk wilayah administrasi desa. Desa Namu terbentuk pada tahun 1985 dan hingga kini telah empat orang yang tercatat pernah menjabat sebagai kepala desa.

Untuk menjangkau Desa Wisata Namu, dapat dilalui melalui dua rute perjalanan; Pertama, melalui rute darat Kota Kendari menuju Kecamatan Moramo, Kecamatan Kolono  dan berakhir di Pelabuhan Rakyat Desa Langgapulu, Kecamatan Kolono Timur.  Di Desa Langgapulu wisatawan kemudian mengambil kapal /perahu (ada banyak pilihan angkutan laut) untuk selanjutnya menuju Desa Wisata Namu. Jarak tempuh perjalanan dari Kota Kendari ke Desa Wisata Namu selama 3 jam perjalanan. Kedua, menggunakan rute laut yakni, berangkat dari pelabuhan rakyat Kendari  (Depan Pasar Sentral Kota Kendari) dengan mengunakan kapal penumpang Laonti menuju ibukota Kecamatan Laonti  selanjutnya ke Desa Wisata Namu dengan jarak tempuh kurang lebih 4 jam perjanan. Desa Namu juga cukup mudah diakses dari ibu kota Kabupaten Konawe Selatan yang berada di sisi Utara desa dengan jarak tempuh sekitar 2 jam perjalanan.

Sejumlah obyek wisata  terdapat di Namu, diantaranya, pasir putih yang membentang laksana alis seorang putri cantik. Garis pantai ini terletak di empat dusun yang letaknya terpisah. Namun yang paling indah pantai yang berada di dusun satu yang panjang garis  pantainya mencapai satu kilometer. Masih di dusun, pasir putih yang terletak dekat dermaga panjang di sisi  selatan menjadi daya tarik tersendiri. Saat air pasang, pasir putih akan tenggelam sehingga cocok untuk lokasi snorkeling, dan saat air surut pasir panjang yang membentang luas tersebut dapat digunakan untuk berjemur serta arena olah raga sepakbola atau bola voly pantai.  

Di lokasi yang tak jauh dari pasir panjang, pengunjung disuguhkan dengan keindahan hamparan bebatuan alam berwana hitam pekat  (black stone) mirip di wilayah uluwatu Bali dan sangat cocok untuk lokasi pemotretan. Hamparan batu hitam ini terhubung dengan kawasan tanjung dengan bebatuan berwarna merah (red stone). Kedua sisi hamparan  batu hitam dan batu merah terdapat kumpulan pepohonan mangrove dan cemara laut yang indah.    Di tanjung pantai ini kita akan menyaknsikan keindahan laut di wilayah dusun tiga dan dusun empat Desa Namu serta kawasan pemukiman penduduk.

Di wilayah tanjung ini, alam bawah lautnya cocok menjadi lokasi penyelaman atau diving, sebab, hasil explorasi tim penyelam menemukan kondisi  terumbu karang yang masih alami, mirip alam bawah laut Wakatobi. Kondisi karang yang masih membaik ini juga ditandai dengan banyaknya nelayan yang mencari ikan di sekitar kawasan tersebut. Dengan demikian lokasi bawah laut Namu sangat cocok menjadi spot wisata selam untuk para penggiat diving. 
Di belakang desa terdapat danau biru yang airnya bersumber dari air pegunungan Namu. Masih soal sumber air, sekitar 1 kilometer tepatnya di punggung bukit desa  terdapat lokasi wisata air terjun setinggi 12 meter, mirip air terjun Moramo yang berundag-undag. Airnya tidak pernah kering meski di musim kemarau. Hutan alam nan lebat yang masih terjaga kelestariannya  dipercaya menjadi penjaga ketersediaan air di wilayah Namu.

Kelestarian hutan Namu ini membawa berkah pada kehidupan flora dan pauna di kawasan hutan Namu. Terbukti, aneka satwa dilindungi masih sering dijumpai di kawasan ini, seperti binatang jenis rusa, anoa,kera hitam Sulawesi, rangkong rimba, elang Sulawesi hingga  babi hutan.  Begitu juga aneka flora endemik yang tumbuh subur di hutan Namu, diantaranya anggrek macan (tiger) corak kuning yang sangat langka. Dalam kamus bunga Indonesia, Anggrek macan merupakan flora dilindungi.

Dalam dunia pariwisata, keindahan alam, ragam budaya  dan ketersediaan infrastruktur bukan jaminan orang hadir di sebuah lokasi wisata. Namun lebih dari itu, keramahan dari warga  tempat wisata berada merupakan kunci dari segalanya. Modal itu dimiliki Desa Namu, sebab, warga desa bersama pemerintah desa telah bersepakat untuk memajukan desa wisata namu dengan dengan mengedepankan sikap ramah dan kesantunan budaya mereka. Modal itu telah dimiliki warga desa karena keramahan mereka pada pengunjung membuat banyak wisatawan jatuh cinta pada pariwisata di Namu.

Comments

Popular Posts