Tradisi Lisan Orang Tolaki (Moanggo, Metaenango, Mekabia)

Tradisi lisan diperagakan warga benua, konawe selatan. foto: Yoshasrul


Tradisi lisan, budaya lisan dan adat lisan adalah pesan atau kesaksian yang disampaikan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Pesan atau kesaksian itu disampaikan melalui ucapan, pidato, nyanyian, dan dapat berbentuk pantun, cerita rakyat, nasihat, balada, atau lagu.

Suku Tolaki sebagai suku terbesar di daratan Sulawesi Tenggara  punya tradisi Moanggo yang merupakan salah satu bentuk sastra lisan masyarakat Tolaki sejak lama. Dalam praktiknya, tradisi moanggo biasa disampaikan dengan saling berbalas-balasan secara berkelompok misalnya dari kelompok laki-laki dan perempuan atau juga dalam bentuk monolog (perorangan). Seni sastra ini disampaikan dan dilaksanakan dengan tujuan untuk mengemukakan serta menyampaikan maksud tertentu baik yang berisi nasehat, percintaan, puji-pujian, sanjungan maupun sindiran. 

Moanggo dibawakan dengan cara dilantunkan atau didendangkan yang biasa dilaksanakan atau disajikan pada acara pesta kampung misalnya pernikahan aqiqah, syukuran dan jenis kegiatan lain yang ada dalam masyarakat Tolaki. Moanggo sering digunakan dalam kehidupan masyarakat Tolaki yang banyak mengandung nilai kebudayaan, norma-norma sosial dan mengandung nilai moral dapat berguna untuk memperkokoh nilai-nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat yang banyak digunakan oleh orang-orang tua dalam mendidik anak, mengungkapkan sindiran kepada orang yang bersalah, dan juga digunakan oleh pemuda dan pemudi dalam hal mengungkapkan isi hatinya, seperti menyatakan cinta kasih, suka duka, kerinduan maupun kekecewaan.

Metaenango adalah Tradisi mendongeng yang dilakukan para orang tua pada anak dan cucunya. Biasanya metaenango dilakukan saat malam hari saat anak-anak mulai beranjak tidur. Isi cerita dari metainango adalah biasanya terkait dengan kisah tentang perkawinan antara manusia dan sosok bidadari, dan lain-lain.

Sedangkan Mekabia adalah Tradisi lisan orang tolaki, menceritakan kisah kepahlawanan tamalaki, panglima perang suku tolaki. Atau kisah perlawanan orang desa melawan seekor burung raksasa (kongga). Kisah ini biasanya dicerikan oleh orang tua pada keluarganya yang baru datang dari rantau.  

Comments

Popular Posts