Mengira ‘Sakura’ Mekar di Batu Gong

Bunga Gamal di pinggir pantai Batu Gong. foto: Yoshasrul



Merah muda terang yang indah . Semula saya mengira bunga sakura tengah mekar . Di kejauhan Saya kegirangan dan langsung berlari mendekat untuk mengabadikan. Tapi saya salah. Rupanya yang mekar adalah bunga pohon gamal. Gamal adalah nama sejenis perdu dari kerabat polong-polongan. Sering digunakan sebagai pagar hidup atau peneduh, perdu atau pohon kecil ini merupakan salah satu jenis leguminosa multiguna yang terpenting setelah lamtoro.

Bagi Saya Tidaklah mengecewakan, karena, bunga gamal yang mekar justeru menjadi magnit bagi pariwisata Pantai Batu Gong. Saya berpikir jika dibudidayakan lebih banyak di sepanjang pantai ini justeru akan menambah daya tarik wisatawan ke negeri watuggarandu. Batu Gong berada di Kecamatan Lalonggasumeeto, Kabupaten Konawe yang berjarak 30 KM dari Kota Kendari, ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara. Sekian lama menjadi daerah tujuan wisata bagi masyarakat local, khususnya warga kota kendari yang terkenal doyan liburan.
Bunga dari tanaman gamal tumbuh subur di daerah pinggir pantai batu gong. foto: Yoshasrul

Nama latinnya adalah Gliricidia sepium.
KingdomPlantae
SpesiesG. sepium

Nama daerahnya macam-macam. Kalau di desa saya dulu, Bapak saya menyebutnya Lirisida. Bapak sering mencari daun lirisida untuk pakan kambing-kambing kami. Di Jakarta ada yang menyebutnya pohon hujan (maksudnya mudah ditanam). Di Jabar ada yang menyebutnya cep – biyer (sebera tumbuh setelah ditanam). Di Yogyakarta pernah dinamakan Johar Tulung Agung, namun kemudian diganti namanya oleh Sri Sultan menjadi Johar Gembiro Loka. Di Solo dinamankan wit sepiun. Di Tulung Agung dinamakan Johar Cino. Di Pasuruan dinamakan Johar Bogor. Di Malang selatan ada yang menyebutnya Kelorwono (kelor hutan). Namun ada yang daerah yang memberi nama agak aneh, yaitu di daerah Banyumas yang menyebutnya wit selire dewe. Di Madura disebut Haji Rasidia atau Lirik Sidia. Sedang di Bali selatan disebut pohon Ampera.

Nama lokal nasional yang sering dikenal adalah Gamal. Yang memberi nama adalah bapak R. Soetarjo Martoatmodjo. Gamal adalah nama cucunya Pak Soetarjo, dan diberi nama seperti nama presiden mesir kala itu Galam Abdul Nasser. Gamal atau Kemal atau Jamal artinya halus. Harapan Pak Soetarjo pohon gamal ini kelak akan mashyur seperti presiden Gamal. Dan sudah terbukti sekarang.
 
Pantai Batu Gong. foto: Yoshasrul
Menurut tafsiran pak Soetarjo, tanaman gamal adalah unta yang sanggup menundukkan sahara Indonesia, yaitu padang alang-alang. Tanaman ini dikenal sebagai tanaman pembunuh alang-alang. Menteri pertanian Indonesia saat itu Bapak Frans Seda bahkan mengartikan galam sebagai Ganyang Mati Alang-alang.
Riwayat Pohon Gamal di Indonesia
Konon tanaman ini mula-mula dikenal di daerah Amerika Tengah dan Brazil. Di daerah itu tanaman gamal dipakai untuk pohon pelindung tanaman kakao dan dikenal dengan nama ‘madre cacao’.
Tanaman ini dibawa oleh para penjajah Eropa ke daerah India dan Srilangka (sailan). Negera ini dikenal sebagai negera penghasil teh dan tanaman gamal dipakai sebagi tanaman pelindung teh. Oleh orang Srilangka tanaman ini juga dipakai sebagai pagar dan pakan ternak.
Berita tentang tanaman gamal yang baik untuk tanaman pelindung perkebunan sampai ke VOC di Indonesia. Perusahaan perkebuna di Medan tertarik untuk mendatangkan tanaman itu dari Srilangka sebagai tanaman pelindung teh. Sekitar tahun 1900-an tanaman gamal mulai ditanam di Indonesia. Tanaman ini masih asing dan belum banyak dikenal di daerah-daerah lain.
Tahun 1958 tanaman gamal ini ‘ditemukan’ oleh Bapak R. Soetarjo Martoatmodjo. Sejak saat itu Pak Soetarjo gencar memperkenalkan tanaman ini ke seluruh Indonesia.
Tanaman gamal berasal dari daerah tropis, karena itu mudah tumbuh di daerah Indonesia yang beriklim tropis. Tanaman gamal bisa tumbuh di daerah sekitar pantai hingga dataran tinggi 1400 dpl.
CARA MENANAM TANAMAN GAMAL
Tanaman gamal sangat mudah tumbuh. Cara menanammnya pun sangat mudah. Orang kampung biasa menanam gamal dengan cara di-stek. Batang tanaman gamal dipotong dan langsung ditancapkan ke tanah. Dengan cara ini tanaman gamal akan segera membentuk akar baru dan tumbuh menjadi tanaman baru.
Cara lain adalah dengan menggunakan bijinya. Biji-biji yang terpental dari tanaman induknya akan segera tumbuh menjadi tanaman-tanaman baru. Satu kilogram biji gamal kurang lebih ada 3000 biji. Jumlah ini cukup untuk nenanami satu hektar lahan.
Kegunaan Tanaman Gamal
Tanaman gamal memiliki banyak kegunaan, antara lain:
1. Sebagai pelindung tanaman perkebunan: teh, kakao, kopi.
2. Sebagai tanaman pagar
3. Daunnya digunakan sebagai pakan ternak, karena mengandung protein tinggi.
4. Tanaman penghijauan, karena mudah sekali tumbuh di tanah-tanah tandus.
5. Membasmi alang-alang. Alang-alang sangat sulit dibasmi. Salah satu caranya adalah dengan cara menanam galam. Ketika tanaman gamal sudah tumbuh. Ladang alang-alang dibakar. Alang-alang akan segera mati. Namun, gamal tidak mati setelah dibakar meskipun batangnya habis terbakar. Dari sisa batang yang ada di dalam tanah akan muncul tunas-tunas baru secara cepat. Karena gamal tumbuh lebih dulu, alang-alang akan terhambat pertumbuhannya.
6. Kayunya sebagai kayu bakar.
7. Menyuburkan tanah. Tanaman gamal adalah termasuk leguminosa. Tanaman legum dikenal memiliki bintil akar yang bisa menambat N dari udara. Penanaman galam bisa meningkatkan kandungan N di dalam tanah.
Disadur dari buku: Gamal Pohon Serba Guna, karangan: R Soetarjo Martoatmodjo, Ismail Hamid BA, Drs. Soemartono. Penerbit Balai Pustaka. 1973.


Comments

Popular Posts