Mekonda’u (Silat Tolaki )


Peragaan jurus jurus bela diri Mekonda'u atau silat tolaki. foto: Yoshasrul



Mekonda’u merupakan seni bela diri tradisional tolaki yang berasal dari tanah Konawe. Seni bela diri ini menitik beratlan pada teknik bertahan, kuncian  maupun menyerang. Mekonda’u secara luas dikenal di daratan sulawesi tenggara tempat koloni terbesar penyebaran suku bangsa Tolaki yang keberadaanya kini mulai tergerus oleh jaman.

Teknik kuncian beladiri Mekondau. foto: Yoshasrul
Catatan historis ini dinilai otentik dalam sejarah perkembangan bela diri yang pengaruhnya masih dapat kita lihat hingga saat ini. Kala itu bela diri telah diajarkan bersama-sama dengan di sejumlah tempat, Mekonda’ berkembang dari sekedar ilmu beladiri dan seni tari rakyat, menjadi bagian dari pendidikan bela negara untuk menghadapi penjajah di masa lalu. Disamping itu juga Mekonda’u menjadi bagian dari latihan spiritual. 

Namun keberadaannya kian tergerus oleh zaman. Bahkan sudagh dapat dikatakan langka karena tersisa hanya satu dua orang saja yang masih menguasainya. Itu pun pelakonnya sudah uzur.

Beladiri Mekonda'u ditampilkan saat festival Benua 2017. foto: Yoshasrul 
Adalah Om Tolla warga Kecamatan Benua yang masih setia menjaga aset budaya orang tolaki ini. Ilmu bela diri Ia coba turunkan pada dua anaknya masing-masing Agung dan Umar.Om Tolla mengaku dahulu leluhurnya mengajarkan beladiri Mekondau di hutan atau di ladang-ladang. Mereka berlatih sembari menjaga kebun atau padi-padi mereka.
Menurut Tolla, belajar beladiri menjadi kewajiban setiap pemuda di pelosok dan sempat tumbuh subur sebagai perisai atau penjaga diri dari para perampok .

Beladiri mekondau sendiri telah lama ada sejak zaman  kerajaan konawe melalui para punggawa tamalaki yang menjadi laskar kerajaan konawe. Sayang seiring waktu,ilmu silat tolaki ini semakin di tinggalkan oleh generasi muda tolaki karena makin banyaknya ilmu bela diri lain yang masuk, seperti karate, silat, taekwondo maupun kempo.

Agar tetap lestari kini beladiri Mekondau diusulkan untuk dijadikan salah ivent yang harus diperagakan di setiap festival budaya Tolaki. Salah satunya mulai dirintis melalui festival benua 2017 silam. 

Comments

Popular Posts