Senja Kala Pulau Senja
![]() |
| Salah satu pantai di Pulau Senja, Moramo, cantik memikat wisatwan untuk berkunjung. foto: Yoshasrul |
![]() |
| Seorang wisatwan meluangkan waktu untuk melempar pancing tepat di depan situs batu alam yang dirusak para penambang batu yang marak di kawasan Pulau Senja. foto: Yoshasrul |
Tempatnya yang tidak terlalu jauh dari kota kendari dan transportasi yang mudah menjadikan pulau senja jadi Destinasi weekend favorit banyak traveler. Hanya berjarak sekitar 30 km dari kota Kendari dan dapat di tempuh dengan perjalanan naik motor atau menaiki mobil selama 45 menit.
Bagi orang-orang di sekitar Kota Kendari tempat ini
tentu menjadi salah satu destinasi yang
rekomended karena pulau senja punya pantai dengan pasir putih yang cantik, punya struktur baru bak candi di atas
laut, punya area untuk snorkeling dan kayaakan
biodiversity yang dapat kamu
temukan di sana. Selain waktu dan transportasi yang mendukung tentu dari segi
budget tidak terlalu menguras dompet, dengan catatan pergi ke pulau itu
ramai-ramai patungan sewa kapal.
![]() |
| Aktifitas tambang di Pulau Senja. foto Yoshasrul |
Sayang seribu sayang, aktivitas tambang batu yang kini marak, membuat pulau senja terancam rusak.
Bahkan operasi tambang batu kini sudah mencapai pesisir, sebentar lagi
menghancurkan taman batu di pesisir laut moramo utara dan mengancam pesona
pulau senja yang indah. Sayang seribu sayang Tuhan memberi keindahan, manusia
yang menghancurkan. kita tak mampu menjaga potensi kita sendiri tentu sangatlah
disayangkan. ibarat tuan rumah yang menghancurkan rumahnya sendiri
Yup, inilah faktanya saat ini kawasan tambang batu gunung sudah beroperasi hingga ke wilayah pesisir kecamatan moramo utara . Ada sejumlah perusahaan yang menambang di kawasan ini dinataranya PT Wahyu Putra Sultra, dll. Sepanjang 1 KM kawasan hutan lindung dan kawasan hutan
konservasi di desa wawatu dan desa sanggula luluh lantak oleh aktifitas pertambangan
batu sehingga telah merusak biota laut di sepanjang pantai. Di kawasan ini
bahkan dengan bebas dibangun jembatan titian agar memudahkan mengangkut
material batu ke kapal.
Aktifitas pertambangan mulai marak di wilayah
kecamatan moramo dan moramo utara sejak tahun 2013, semula penambangan hanya di
kawasan eks kawasan marmer bakri moramo, namun oleh pemda Konawe Selatan mengeluarkan Ijin Usaha Pertambangan (IUP) hingga meliputi
seluruh kawasan hutan di Moramo dan Moramo Utara. Padahal status kawasan hutan
moramo dalam SKEP Mentri Kehutanan masuk dalam kawasan hutan lindung dan hutan
konservasi.
Ironisnya, sepanjang pesisir Moramo dan Moramo utara
adalah kawasan pariwisata andalan Kabupaten Konawe Selatan. Setidaknya terdapat
enam pantai dan dua danau serta kaya keanekaragaman hayati /biodiversity di
dalamnya. Dalam peta perencaaan pariwisata daerah (Ripda) Konawe Selatan,
kawasan pesisir khususnya pantai senja
merupakan kawasan terpadu pengembangan kepariwisataan daerah. Dalam
dokumen RIPDA sendiri menyebut pantai senja sebagai destinasi wisata andalan
konawe selatan bersama destinasi-destinasi wisata lainyya, sepertti pulau hari,
pulau lara, pulau baho, dll. Dalam RTRW Provinsi dan RTRW Kabupaten Konawe
Selatan, kawasan pesisir moramo dan moramo utara merupakan kawasan perlindungan
biodiversity dan kawasan pariwisata yang tidak diperuntukkan untuk kegiatan
pertambangan.
Dipastikan ada banyak pihak yang tau tentang
penghancuran pesisir di Moramo Utara, baik itu, pemerintah daerah, dinas
terkait, NGO /LSM lingkungan, tokoh masyarakat, mahasiwa, dll. Mereka tau jika
aktifitas telah menabrak banyak aturan khususnya tetant perlindungan
kawasan-kawasan strategis lingkungan hidup,
tapi rupanya banyak yang memilih jalan diam.
![]() |
| Sarana di lokasi wisata Pulau Senja yang dibiarkan rusak tanpa ada upaya memperbaiki. foto: Yoshasrul |
Pemberian ijin atau IUP pertambangan kini berada
wilayah kewenangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Pencabutan IUP sangat
mungkin dilakukan demi menegakkan aturan dan pemebrian perlindunga terhadap
ekosistem lingkungan hidup di kawasan ini.
Lembaga negara seperti ombudsman, Komisi Informasi
Publik (KIP) setidaknya menjadi garda yang dapat menghentikan aktifitas /
moratorium penambangan batu di kawasan ini.
Lembaga ini dapat memanggil intansi terkait seperti dinas pertambangan
untuk mengevaluasi keberadaan tambang di kawasan ini.
Pemerintah Konawe Selatan harusnya bisa lebih konsisten
menegakkan aturan kepariwisataan sebagaimana tertuang dalam rencana induk
kepariwisataan Konawe Selatan dan meminta untuk segera menata dan menghidupkan sector kepriwisataan
khususnya di kawasan pesisir moramo utara di kawasan pantai lara sebagai asset pariwisata daerah
konawe selatan. Mari berharap bersama agar ada perubahan di sana, dan Kita tidak berharap pesona wisata hanya slogan dan jualan untuk mendapatkan anggaran di Negeri ini.







Comments
Post a Comment