Inovasi di Kampung Kreatif Limbah Kayu Konawe Selatan
![]() |
| Bengkel kreatif limbah kayu tempat memproduksi kerajinan tangan warga. Dok foto: Anoaart |
Saat pertama kali mendengar nama Kamelia, yang teringat pertama kali adalah Lagu Ebiet G.Ade yang berjudul sama Kamelia yang oleh penciptanya ditulis dan dinyanykan secara berseri. Namun Saya tidak ingin membahas soal lagu melainkan ingin focus pada Kampung Kamelia tadi karena tengah menjadi pusat perhatian publik setelah berhasil mempelopori lahirnya kampung kreatif limbah kayu (Kamelia) sebagai penopang ekonomi masyarakat.
![]() |
| Limbah kayu yang disulap menjadi produk kerajian bernilai tinggi hasil kreatifitas warga Pangan Jaya. Dok foto: Suartin Sianti / Dinas Pariwisata dan Ekraf Konsel |
Kamelia sendiri merupakan
singkatan dari Kampung Kreatif Limbah Kayu. Lokasi Kampung Kamelia sendiri berada di
adminstrasi Desa Pangan Jaya, Kecamatan Lainea, Kabupaten Konawe Selatan,
Provinsi Sulawesi Tenggara. Saat berkunjung di bengkel kreatif sejumlah pekerja memperlihatkan sejumlah hasil produksi kerajinan yang menurut saya bernilai jual, seperti produk cenderamata, plakat hingga permainan anak untuk sekolah PAUD.
![]() |
| Aktfitas pengrajin limbah kayu pangan jaya saat mengikuti pelatihan. Domune foto Anoaart |
Terbentuknya Kampung Kamelia berawal dari keprihatinan Suartin Sianti, penggiat Ekonomi Kreatif Konawe Selatan melihat limbah kayu yang hanya dikumpulkan untuk dibuang atau dibakar yang dari segi kualitas seharusnya dapat diolah menjadi sebuah produk yang memiliki nilai ekonomi.
“Saya
melihat ada potensi limbah kayu yang ada di desa pangan jaya. Sisa atau limbah
kayu dari pengerjaan mobiler ternyata hanya terbuang percuma bahkan hanya dibakar.
Ini tentu sangat disayangkan,”ungkap Suartin.
Dari sinilah
Suartin mulai melakukan pendampingan pada warga pengrajin Desa Pangan Jaya sehingga
limbah tersebut dapat dimanfaatkan untuk penghasilan tambahan ekonomi
masyarakat dengan membuat produk kriya.
Bukan tanpa alasan Suartin begitu
mendalami terwujudnya kampung kamelia,
selain belum adanya produk unggulan kerajinan di Kabupaten Konawe
Selatan, juga melihat peluang kerajinan limbah kayu ini sangat menjanjikan.
Pemilihan desa pangan jaya sebagai cikal bakal pengembangan
ekonomi kreatif pada sektor kerajinan limbah kayu didasarkan keterampilan
pengolahan kayu telah tumbuh sejak kurun waktu 1998. Dan ketersediaan bahan
baku limbah kayu yang memadai tentunya memiliki korelasi untuk peningkatan
kapasitas masyarakat dalam membuat produk kamelia yang berdaya saing.
![]() |
| Bupati Konawe Selatan, Surunuddin Dangga saat menerima Plakat dari Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) di Jakarta sebagai salah satu daerah berkembangnya ekonomi kreatif |
“Di desa ini ada puluhan pengrajin kayu,
tapi belum ada yang berminat memanfaatkan limbah kayu untuk dibuat kerajinan.
Inilah yang membuat saya tergerak men mewujudkan kampung kreatif limbah kayu kamelia,”katanya.
Melalui project inovasi yang digagasnya itu, Suartin yang juga menjabat
sebagai Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas
Pariwisata Kabupaten Konawe Selatan berharap
akan mampu mendorong peningkatan kapasitas pengrajin dalam mengolah produk
limbah kayu di Desa Pangan Jaya, serta menjadikan Desa Pangan Jaya sebagai
pusat pemanfaatan limbah kayu. Serta menjadi media promosi kerajinan limbah kayu yang dihasilkan dari kampung kamelia.
“ Untuk meyakinkan pemerintah daerah terhadap project inovasi
ini Saya sempat melakukan sesi diskusi dengan Bapak Bupati Konawe Selatan
sebagai decision making dari rencana pebetapan Desa Pangan Jaya untuk di
jadikan kampung kamelia dan melalui proses koordinasi yang panjang project
inovasi ini disetujui oleh pak bupati konawe selatan,ungkapnya.
Disisi lain Suartin turut membangun komunikasi dengan
beberapa pihak Salahsatunya Badan Ekonomi Kreatif Indonesia melalui direktorat
fasilitas infrastruktur untuk memberikan fasilitas peralatan seadanya guna
membantu pengrajin limbah kayu dalam membuat produk kerajinan, dukungan dari
kementerian pariwisata bagian deputi destinasi melalui kepala bagian umum, kepagawaian
hukum dan organisasi turut memberikan dukungan dalam regulasi penetapan desa
pangan jaya sebagai kampung kreatif limbah kayu.
Keseriusan
pemda menjaga keberlangsungan kampung kreatif juga dilakukan dengan mewajibkan
seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Disperindag, Koperasi, PMD dan dinas sosial untuk saling
bahu membahu melakukan kerjasama terpadu disektor ekonomi kreatif sehingga
meningkatkan mutu dan kualitas produk kriya kampung kamelia.
![]() |
| Suartin sebagai penggagas Kamelia melakukan konsultasi dengan Bupati Konawe Selatan |
Selain itu
pemda konsel membuka keran kerjasama dengan berbagai pihak, seperti BUMN/ BUMD
dan mengajak perusahaan membuat komitmen kerjasama melalui penandatanganan nota
kesepahaman yang tentu saling menguntungkan demi peningkatan ekonomi masyarakat
khususnya di sektor kerajinan.
PT.PNM Persero turut andil besar memberikan pelatihan pengrajin kampung kamelia serta memfasilitasi launching kampung kreatif limbah kayu kamelia dan tahun 2019 PT. PNM persero dan pemerintah kabupaten konawe selatan akan melakukan mou disektor pemasaran dan permodalan bagi pengrajin kampung kamelia.
PT.PNM Persero turut andil besar memberikan pelatihan pengrajin kampung kamelia serta memfasilitasi launching kampung kreatif limbah kayu kamelia dan tahun 2019 PT. PNM persero dan pemerintah kabupaten konawe selatan akan melakukan mou disektor pemasaran dan permodalan bagi pengrajin kampung kamelia.
Perwakilan PT
PNM yang secara khusus hadir menyambut baik peresmian kampung kreatif kamelia. Pihak
PT PNM sangat senang atas launching kampung kreatif ini.
“Keberadaan
kampung kamelia ini akan bagus sekali. jadi apa yang pnm sudah lakukan kemarin
tidak sia-sia. harapan kami setelah kampung kreatif dilaunching, aktifitas dan
kreatifitas limbah kayu di desa pangan jaya ini akan lebih terkenal lagi. kalau
lebih terkenal lagi berarti pasarnya akan lebih terbuka sehingga akan lebih
baik untuk industri kecil menengah di desa pangan jaya,”katanya
Seperti kata orang bijak, proses tidaklah menghinati
hasil berkat gagasan dari Suartin melahirkan kampung kamelia, warga Desa Pangan Jaya kini telah mulai menikmati
hasil kerja keras mereka karena produksi aneka kerajinan berbahan baku kayu bekas
kini mulai dilirik pasar.
“Olehnya,
melalui gagasan pembentukan kampung kamelia ini, dapat menjadi pendorong
peningkatan produktufitas pengrajin dan sebagai media promosi akan adanya
kampung kamelia,”katanya.







Comments
Post a Comment